Distributor Daihatsu memprediksi masih bisa eksis di tiga besar wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dalam penjualan unitnya di tahun 2020 mendatang.

Edy Susanto Regional Head Astra International wilayah DIY Jawa Tengah menuturkan berdasarkan data Gaikindo dan pelaku otomotif lain yang diterima pihaknya,

tahun 2020 nanti pangsa otomotif di tanah air akan naik namun cukup tipis.

“Kemungkinan kenaikannya pada 2020 hanya 2-3 persen, atau relative flat karena (penjualan) tahun 2018 -2019 ada penurunan,

” ujar Edy di sela menghadiri Daihatsu Vocational Day di Yogyakarta Senin petang 16 Desember 2019.

Untuk prediksi penjualan wilayah DIY Jawa Tengah, ujar Edy, pihaknya berkaca dari tahun 2019. Yang dinilai sangat ketat persaingannya antar pabrikan.

Sehingga market Daihatsu diakui cukup tergerus di wilayah ini.

“Tahun 2020 kami pasang angka (target penjualan) paling tidak sama dengan tahun 2018,

yaitu kami ingin mengambil market share 18,5 persen,” ujarnya. Market share Daihatsu secara nasional sendiri saat ini tinggal 17 persen

dan situasi nasional itu tak beda jauh dengan market share Daihatsu di DIY Jawa Tengah.

“Makanya tahun 2020 kami baik dari Astra-nya dan sub dealer nya mengejar target market share 18,5 persen atau per bulan range unitnya yang terjual di DIY Jawa Tengah bisa 1800-1900 unit,” ujar Edy.

Edy menuturkan saat ini penjualan terbesar masih mengandalkan di seri pick up.

Dengan penunjang utama penjualan ini didongkrak model low cost green car (LCGC) seperti Ayla dan Sigra.

Gambarannya, misalnya dari 100 unit Daihatsu yang dijual,

pick up Daihatsu yang bisa terjual 39 unit dan seri LCGC menyumbang penjualan lima unitnya hingga total penjualan bisa mencapai 44 unit.

Edy menuturkan, dari tahun 2018 hingga 2019, posisi penjualan Daihatsu di DIY dan Jawa Tengah masih menduduki peringkat ke tiga terbanyak walau secara nasional penjualan Daihatsu di posisi kedua terbanyak.

Sumber : tempo