Astra Daihatsu Motor (ADM) mengatakan tidak mengetahui rincian wacana investasi baru dari Grup Toyota sebesar Rp28,3 triliun yang sudah diungkap Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pada Selasa (19/11).

Nilai investasi itu disebut langsung oleh Menteri Perindustrian yang baru, Agus Gumiwang Kartasasmita, melalui keterangan resmi. Kata dia investasi itu termasuk untuk pengembangan merek Toyota, Daihatsu, dan Hino.

Daihatsu dan Hino merupakan dua perusahaan yang dimiliki Grup Toyota. Keduanya memiliki anak perusahaan yang masing-masing bernama Astra Daihatsu Motor (ADM) dan Hino Motors Sales Indonesia.

Selain mengungkap nilai, Agus juga menjelaskan investasi itu bakal disalurkan pada periode 2019 hingga 2023.

Pernyataan Agus itu diungkap setelah berkunjung ke Jepang dan menemui direksi Daihatsu Motor Corporation, Hino Motor, Grup Toyota, Suzuki Motor Corporation, Isuzu Japan, Mitsubishi Motor Corporation, dan Honda Motor.

Pihak ADM yang dihubungi CNNIndonesia.com menjelaskan tidak mengetahui rincian pembagian investasi itu kepada tiap merek, termasuk soal strategi besar dan peran ADM.

“Karena itu kan itu juga atas nama Grup Toyota, mana kita tahu, itu mesti dari sana kan masing-masing. Itu kan terdiri dari Toyota, Daihatsu, Hino. Biar ambil satu angka saja,” ucap Direktur Marketing ADM Amelia Tjandra saat dihubungi, Kamis (21/11).

ADM selama ini berperan sebagai produsen terbesar mobil-mobil Toyota. Pabrik ADM di Jakarta dan Jawa Barat menghasilkan mobil menengah-bawah Toyota, yaitu Agya, Calya, Avanza, dan Rush.

Sedangkan mobil Toyota kelas medium-atas yakni Vios, Yaris, Sienta, Innova, dan Fortuner diproduksi di di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) di Jawa Barat.

Menurut Amelia strategi produksi produk masa depan bakal diatur oleh Grup Toyota.

“Saya hanya mau katakan, karena ini programnya dari Kemenperin datang [ke Jepang], masing-masing grup menyatakan komitmennya. Dan kemenperin sudah mempublikasikannya. Saya ini hanya di Indonesia rasanya tidak pantas berbicara, pakailah sumber-sumber mereka,” kata Amelia.

Pada Mei lalu Menteri Perindustrian sebelumnya, Airlangga Hartarto, juga sudah membeberkan rencana masa depan Toyota dan Daihatsu di Indonesia. Hal itu dikatakan usai pertemuan Airlangga dengan direksi Toyota Motor Corporation di Jepang.

Toyota dan Daihatsu disebut bakal memproduksi mobil hibrida di dalam negeri pada 2022. Airlangga juga menyebut model yang akan diproduksi lokal di antaranya SUV dan MPV.

TMMIN pernah menjelaskan pada Mei belum ada keputusan lokasi produksi mobil hibrida itu, entah di pabrik pihaknya atau ADM.

“Nanti kita akan lihat pada 2022 volume produksinya seperti apa di Daihatsu dan Toyota. Dua-duanya masih bisa,” jelas Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam.

Sumber : cnnindonesia