Meluncurnya Daihatsu Rocky dan Toyota Raize terbilang sukses mencuri perhatian. Hadir untuk menyasar Compact SUV, dua mobil kembar tersebut memiliki bentuk yang cukup menarik dan unik.

Ya, meski dua mobil tersebut saat ini baru meluncur di Jepang, namun kehadiran keduanya rupanya sudah banyak ditunggu di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sayangnya, hingga saat ini kedua jenama itu masih enggan mengungkapkan terkait peluang hadirnya Rocky dan Raize di Indonesia.
Meski peluang hadirnya kedua mobil itu di Indonesia masih tanda tanya, tetapi tidak ada salahnya untuk mengetahui beberapa fakta-fakta menarik terkait mobil kembar tersebut. Berikut ini kumparan sajikan 6 fakta menarik dari Daihatsu Rocky dan Toyota Raize.

Berawal dari mobil konsep Daihatsu DN-Trec

Hadirnya dua mobil Compact SUV tersebut tentu bukanlah suatu hal yang mendadak dihadirkan oleh Daihatsu dan Toyota. Mobil tersebut sebelumnya sudah pernah ditampilkan oleh Daihatsu pada 2017 silam melalui mobil konsep DN-Trec.
Didasarkan dari mobil konsep itulah, Daihatsu dan Toyota sama-sama mengembangkannya untuk diproduksi di tahun 2019 ini. Adapun platform yang digunakan mobil kembar ini adalah platform terbaru milik Daihatsu, yaitu DNGA (Daihatsu New Global Architecture).

Gunakan nama legendaris

 

Ya, salah satu dari dua Compact SUV ini memang menggunakan nama legendaris, yaitu Rocky milik Daihatsu. Nama Rocky sendiri merupakan sebuah nama dari SUV legendaris Daihatsu yang meluncur pada kurun waktu 1989 hingga 2002.
Saat itu, kiprah Daihatsu Rocky pun terbilang cukup sukses, bentuknya yang besar dan sangar, membuatnya banyak disukai orang. Atas dasar eksistensi nama Rocky di masa lampau itulah yang nampaknya ingin coba diulangi oleh Daihatsu.

Berbeda dari Daihatsu yang memilih nama legendaris Rocky, Toyota justru lebih memilih menggunakan nama baru, yaitu Raize pada produk Compact SUV-nya tersebut.

Lebih pendek dari Sigra – Calya


Bila melihat Daihatsu Rocky dan Toyota Raize pada sebuah foto, memang mobil tersebut terkesan memiliki dimensi panjang yang tidak jauh berbeda dengan Xenia – Avanza atau Terios – Rush. Padahal, kenyataannya mobil tersebut justru memiliki dimensi panjang yang lebih pendek dari Sigra – Calya.

Mengacu pada spesifikasi yang ada, Daihatsu Rocky dan Toyota Raize hanya memiliki dimensi panjang 3.995 mm. Sedangkan Daihatsu Sigra dan Toyota Calya, memiliki dimensi yang lebih panjang 75 mm, yaitu dengan 4.070 mm.

Lebih bertenaga dengan mesin turbocharger


Karena memiliki dimensi yang tidak terlalu besar, maka kedua mobil kembar tersebut pun dibekali dengan mesin yang terbilang ergonomis, yaitu mesin bensin 3 silinder berkapasitas 1.0 liter turbocharger. Dengan penggunaan kapasitas mesin kecil yang ditunjang dengan turbocharger, mobil ini diklaim memiliki efisiensi bahan bakar yang baik dan tenaga yang mumpuni.

Untuk tenaganya sendiri, mesin tersebut mampu menyemburkan tenaga sebesar 98 dk dan torsi 140 Nm. Tenaga tersebut selanjutnya disalurkan ke dua pilihan penggerak roda, yaitu Front Wheel Drive dan 4-Wheel Drive, melalui transmisi otomatik CVT.

Daihatsu Rocky lebih mahal dari Toyota Raize

Jika selama ini Daihatsu selalu memiliki harga yang lebih murah dari Toyota, nampaknya hal tersebut tidak berlaku lagi untuk model Rocky dan Raize. Khusus untuk pasar domestik Jepang, Daihatsu Rocky memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan Toyota Raize.

Untuk Rocky, Daihatsu membanderolnya dengan harga mulai dari Rp 219 juta hingga Rp 311,5 juta. Sementara, Toyota Raize dibanderol dengan kisaran harga mulai dari Rp 215 juta hingga Rp 292 juta.

Kapan masuk ke Indonesia?

Sejak meluncurnya dua mobil kembar tersebut hingga saat ini, memang belum ada tanda-tanda bahwa kedua mobil itu akan diluncurkan di Indonesia. Baik pihak Daihatsu ataupun Toyota, keduanya sama-sama masih kompak untuk menutup rapat informasi tersebut.
Meski begitu, pada saat Tokyo Motor Show 2019 lalu, Presiden Direktur Daihatsu Motor Corporation (DMC). Mengaku sudah melakukan studi terkait kemungkinan memasarkan Rocky di Indonesia.
“Studi sudah dilakukan, dan salah satunya yang sudah melakukan studi adalah Daihatsu Indonesia. Soal waktunya kami tak bisa mengungkapkannya dengan jelas,” ucap Soichiro.
Tentunya, apabila kedua mobil tersebut nantinya akan dihadirkan di pasar Indonesia, akan membuat persaingan di segmen Compact SUV menjadi semakin menarik lagi.

Sumber : kumparan