Kunjungan rombongan Astra Daihatsu Motor (ADM) ke Jepang, dimanfaatkan juga buat menjajal langsung fitur canggih di mobil kei-car mereka Tanto.
Iya mobil mungil yang populer tersebut, baru saja mendapat pembaruan dengan disematkannya platform Daihatsu New Generation Architecture (DNGA), di mana ini menjadi yang pertama kalinya.
Selain keunikan bentuknya, yang juga mencuri perhatian adalah paket fitur smart assist yang disematkan. Mulai dari adaptive cruise control, lane keep, smart panorama parking assist, panorama monitor, side view light, dan mis-pedal operation control.

“Fitur ini bisa dikatakan pertama kalinya disematkan pada segmen kei car. Kami yang memulainya di segmen itu,” ucap Coordinator, Marketing and Sales Promotion Department, Overseas Business Management Daihatsu Motor Corporation (DMC), Makoto Arisato, Jumat (26/10).

Namun yang menjadi perhatian redaksi kumparan, adalah dua fitur yang paling mungkin bisa diaplikasikan di Indonesia, smart panorama parking assist dan mis-pedal operation control.

Parking assist

Kalau dideskripsikan singkat, fitur ini punya kemampuan untuk membantu sopir memarkirkan mobil. Jadi pengemudi tak perlu repot menggerakkan tangan untuk mengatur kemudi, hanya tinggal mengontrol pedal rem saja.

Teknologi ini memanfaatkan kamera 360 dan sensor parkir di mobil. Kemudian informasi-informasi yang ditangkap itu, dikirim ke ECU untuk diolah untuk mengoreksi kemudi.

“Memang fitur ini akan mendeteksi bingkai garis putih saat memarkir. Selain itu juga, fitur ini pengoperasian kemudi dengan panduan suara dan kamera,” tuturnya.
Paling tidak, pada beberapa lokasi parkir di Indonesia, umumnya sudah memiliki garis-garis pembatas. Jadi bisa saja fitur ini disematkan di mobil-mobil Daihatsu, mulai dari yang LCGC sampai Xenia dan Terios.

“Iya kami masih mempertimbangkan banyak hal, salah satunya soal harga jual yang lebih tinggi, bila disematkan fitur ini,” ucap Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Mis-Pedal

Nah ini tak dipungkiri bakal berguna buat pasar otomotif dalam negeri. Mengingat sudah banyak kasus kecelakaan mengerikan, lantaran si pengemudi salah menginjak pedal dan terjun dari gedung parkir, untuk mobil bertransmisi matik.

“Jadi fitur ini memang hadir untuk menjawab kejadian-kejadian tersebut. Kalau di Jepang sendiri kesalahan ini biasanya dilakukan oleh orang-orang tua biasanya,” kata Amelia.

Sistem kerjanya memanfaatkan sensor yang ada, hampir serupa dengan konsep parkir otomatis. Mereka mendeteksi keadaaan di samping kanan-kiri, belakang serta depan kendaraan.

“Iya jadi ketika kita mau maju ke depan, eh ternyata salah kita masukkan gigi mundur dan gas diinjak, maka kendaraan tidak akan bisa bergerak,” ungkapnya.

Sumber : kumparan