Mobil operasional perusahaan biasanya menggunakan mobil MPV seperti Avanza, Xpander. Tapi mobil yang lebih kecil seperti mobil LCGC (Low Cost and Green Car) Daihatsu Ayla juga bisa dilirik jadi mobil operasional.

“Kami baru deal nih, Orang Tua Group membeli Ayla buat kendaraan operasional. Dia memakai Ayla 350 unit-an ya kalau nggak salah,” ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.

Daihatsu Ayla yang dipilih adalah Ayla tipe D+ berkapasitas mesin 1.000 cc. Melirik situs Daihatsu harga mobil berkisar antara Rp 110,35 juta untuk tipe manualnya. Mobil LCGC lain Sigra juga banyak dipilih untuk konsumen fleet.

Baik mobil Ayla 1.000 cc dan 1.200 cc, lanjut Amelia, komposisinya sama-sama kuat. Konsumen Daihatsu menyukai dua varian mesin itu. “1.000 cc dan 1.200 cc fifty-fifty lah, dari dulu juga begitu,” ujarnya.

Namun biasanya Daihatsu menerima orderan banyak untuk mobil seperti pikap Gran Max. “Gran Max paling banyak karena dipakai untuk angkutan, perusahaan rokok nggak bisa pakai yang gede makanya pakai Gran Max. Kalau sekarang kita jual 3.500 unit, 90 persen untuk pedagang penjual begitu,” ujarnya.

Khusus kepada konsumen fleetnya, Daihatsu memberikan perlakuan khusus. Daihatsu biasa memberikan pelatihan untuk mekanik perusahaan tersebut. “Kalau mau ada kelas khusus dengan mekaniknya. Seperti Grab ada kontrak servis datang ke bengkel kita dengan harga spesial. Ini hanya Grab yang lain nggak ada,” ujarnya.

Sumber : detik