Industri otomotif kendaraan roda empat di Bandung dan Jawa Barat pada 2019 mengalami penurunan penjualan sekitar 9% dibandingkan dengan tahun lalu. Di tengah kelesuan pasar, Daihatsu menorehkan catatan positif kenaikan penjualan sebesar 1%.

Ternyata, suhu politik yang memuncak kuartal kedua tahun ini sangat memengaruhi pemasaran mobil di Indonesia. Kendati jajaran produk terbaik disuguhkan dengan kemasan promo menarik, tetap saja respons pasar tidak sesuai dengan ekspektasi pabrikan dan diler.

“Tahun ini biasanya pesta pora di lebaran. Pengaruh politik terasa di Indonesia. Rerata mobil terjual semua merek 5.154 unit per bulan pada 2018, tapi tahun 2019 ini hanya 4.683 unit per bulan atau turun 9%,” kata West Java Regional Head of PT Astra International Daihatsu Sales Operation Kroda Kalantara di Kota Bandung, Senin 1 Juli 2019.

Dia mencatat, permintaan pasar ketika Lebaran tidak terlalu bagus. Pasalnya, isu politik membuat rasa nyaman hilang untuk membeli mobil karena takut terjadi apa-apa.

“Permintaan sebenarnya ada, tapi enggak kerasa, padahal Mei adalah puncak permintaan. Meski sudah ada yang SPK (surat pemesanan kendaraan), tapi bukan buat Lebaran,” ujarnya.

Kroda menyebutkan, penjualan mobil semua merek di Bandung dan sekitarnya pada Januari 2019 sebanyak 5.453 unit, kemudian 4.139 unit per Februari, 5.008 unit per Maret, 3.601 unit per April, dan 5.036 unit per Mei 2019. Dari data tersebut menunjukkan bahwa penjualan cenderung menurun sejak awal tahun.

“Padahal, harapan puncak penjualan sekitar 6.000 unit pada bulan Mei 2019,” tutur Kroda.

Raihan positif

Beruntung, ungkap Kroda, di tengah lesunya penjualan mobil secara umum, Daihatsu masih bisa membukukan raihan positif. Dibandingkan dengan penjualan ritel rerata tahun 2018 yang mencapai 817 unit pada 2018, sekarang rata-rata 824 unit atau naik 1% tahun 2019.

“Daripada (merek) yang lain, kami naik 1%. Sebanyak 60% disumbang oleh LCGC (low cost green car), yaitu Sigra dan Ayla,” ucapnya.

Komposisi penjualan kedua varian murah yang ramah lingkungan itu terbagi atas 60% kontribusi Sigra dan 40% dari Ayla. Tampaknya, Sigra dan Ayla menjadi pilihan alternatif kendaraan roda empat yang harganya relatif terjangkau untuk bisa mudik Lebaran.

Secara nasional, Daihatsu merilis data pencapaian penjualan bulan Mei 2019 yang cukup baik. Total angka penjualan ritel Daihatsu mencapai 17.486 unit, naik sekitar 32% dibandingkan bulan April lalu sebesar 13.216 unit.

Hal ini tidak lepas dari tingginya permintaan masyarakat saat menjelang libur Lebaran lalu. Terkait pasar otomotif secara nasional keseluruhan, penjualan ritel khusus bulan Mei 2019 mencapai sekitar 93.000 unit, naik sekitar 16% dibandingkan dengan bulan April lalu.

Dengan kenaikan yang lebih tinggi, pangsa pasar Daihatsu pada bulan Mei berkontribusi sekitar 18,6%. Pada penjualan ritel Daihatsu masih didominasi oleh Sigra dengan torehan 6.163 unit (35%), diikuti oleh Ayla 2.540 unit (15%), dan Xenia 2.533 unit (14%). Lalu disusul line-up lainnya seperti Gran Max Pick up (PU) sebesar 2.512 unit (14%), dan Terios 1.846 unit (11%).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sahabat Daihatsu yang telah memilih Daihatsu sebagai kendaraan mereka. Kami bersyukur karena Daihatsu masih dapat mempertahankan posisi nomor 2, dan mencapai pangsa pasar untuk retail sekitar 18,6% pada bulan Mei lalu,” ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Sumber : pikiran-rakyat