Teknologi CVT dianggap lebih unggul dari teknologi transmisi manual dan otomatis.
Dream – Teknologi transmisi di dunia otomotif tak hanya manual (manual transmission/MT) maupun otomatis (Automatic Transmission/AT). Saat ini kendaraan sudah banyak yang menerapkan continuously variable transmission (CVT) yang dianggap lebih unggul daripada AT dan MT.

Perpindahan gigi lebih halus dan penumpang takkan merasakan sentakan ketika pindah gigi.

Berbicara tentang CVT, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) belum melirik teknologi baru ini. Marketing Director ADM, Amelia Tjandra, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap CVT masih rendah.

“ Biasanya orang-orang hanya tahu yang MT dan AT. CVT apa, sih? CVT itu lebih mahal dari AT. Ah, nggak mau ah. AT saja cukup,” kata Amelia di Karawang, Jawa Barat, ditulis Selasa 12 Maret 2019.

Daihatsu tak asal ambil keputusan. Perusahaan telah menggelar survei ke 2 ribu responden di lima kota, termasuk penting tidaknya penerapan CVT.

Respons responden mencatat teknologi transmisi otomatis hanya dibutuhkan masyarakat di kota besar. Sebaliknya tidak ada peningkatan kebutuhan teknologi AT di daerah di luar Jawa.

“ Kalau jualan otomatis di kota lebih tinggi daripada di luar Jawa. Di luar Jawa, AT saja nggak mau, apalagi CVT?” kata Amelia.

Namun bukan berarti Daihatsu sama sekali takkan mengaplikasikan teknologi CVT pada produknya. Amelia mengatakan Daihatsu akan membuat produk jika ada pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang suatu teknologi serta hasrat untuk membeli.

Amelia memprediksi tahun 2021 teknologi transmisi ini akan dihadirkan di mobil-mobil Daihatsu.

“ Saya duga dua tahunan (lagi). Kami bikin gitu paling nggak di atas 10 persen orang aware. Kalau nggak, belum begitu menarik. Jualan dikit banget. Orang mana mau beli,” kata dia.

Sumber : dream