[vc_row][vc_column width=”1/1″][vc_column_text]

daihatsu-logo

Saat ini beberapa pabrikan mobil sedang gencar mempromosikan bahkan ada pula yang menjual mobil listrik. Namun Daihatsu saat ini diarahkan untuk terus mengembangkan mesin konvensional. Namun ke depannya akan mengaplikasikan teknologi fuel cell, bukan kendaraan listrik murni.

“Sebenarnya kalau saya bilang industri global, pilihan teknologinya ada beberapa, salah satunya listrik. Ada lagi mesin konvensional yang menghasilkan efisiensi bahan bakar tinggi dan ramah lingkungan. Selain itu, ada hybrid dan fuel cell. Jadi itu pilihan pihaknya masing-masing. Kami enggak main ke mobil listrik, tapi ujungnya kalau mau ke fuel cell,” ujar Amelia Tjandra, direktur marketing PT Astra Daihatsu Motor (ADM).

Ia menambahkan, untuk saat ini, sebagai bagian dari group Toyota, Daihatsu sudah dipersiapkan untuk bergulat di mesin konvensional. Penggunaan mesin konvensional untuk saat ini masih sangat dibutuhkan dan menjadikan harga mobil lebih terjangkau.

Meski demikian, mesin konvensional yang dikembangkan Daihatsu ramah lingkungan dan hemat bahan bakar.

“Jadi Daihatsu tetap berbasis konvensional, tapi hasilnya baik itu konsumsi bahan bakar rendah atau pun emisi gas buangnya rendah,” terang Amel.

Sebagai salah satu buktinya, Amel mencontohkan di Jepang Daihatsu meluncurkan Mira e:S atau disebut sebagai generasi teknologi kedua dari hybrid.

Daihatsu-Mira-eS

“Di Jepang kami kan keluarkan Mira e:S itu kan dibilang second generation dari hybrid. Mobil dengan mesin konvensional tapi lebih irit dari hybrid. Gas buangnya lebih bagus. Kami bisa menghasilkan mesin konvensional yang irit dan ramah lingkungan, jadi untuk apa memaksakan harus membuat yang lain yang sudah pasti harganya mahal,” pungkas Amel.

http://news.okezone.com
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]